Chemistry Background

Profil Program Studi

Visi & Misi

Visi Masa Depan

Visi keilmuan program studi Bioteknologi adalah menjadi program studi yang unggul dalam mencetak lulusan kompeten yang berfokus pada pengembangan dan penerapan bioteknologi untuk menghasilkan produk bernilai tambah yang inovatif dan berkelanjutan.

Misi Strategis

  • Mempunyai kemampuan untuk mendesain dan mengembangkan pemanfaatan keanekaragaman hayati mikroorganisme melalui rekayasa genetika untuk memperoleh mikroorganisme unggul.
  • Mempunyai kemampuan untuk mendesain dan mengembangkan pemanfaatan keanekaragaman hayati tanaman melalui teknik rekayasa genetika dan kultur jaringan untuk menghasilkan tanaman unggul.
  • Memiliki kinerja yang tinggi, mampu berkolaborasi, mampu berpikir kritis dan analitik untuk memecahkan masalah, mampu memanfaatkan teknologi bioinformatika, serta mampu memanfaatkan sumber daya alam hayati untuk pengembangan produk bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari yang didasari jiwa biotechpreneurship yang tinggi.

Sejarah Singkat

Institut Teknologi Del (IT Del), yang berada di bawah naungan Yayasan Del, telah menyelenggarakan pendidikan yang kompeten dan berdaya guna. Pada tahun 2001, Yayasan Del telah mendirikan Politeknik Informatika Del (PIDel) dan menyelenggarakan pendidikan program Diploma 3 Teknik Informatika, Teknik Komputer dan Manajemen Informasi, dan Diploma 4 Teknik Informatika, di mana lulusannya mendapat pekerjaan rata-rata tidak lebih dari tiga bulan sejak diwisuda. Memperhatikan keberhasilan PI Del dan kelangkaan perguruan tinggi yang bermutu di wilayah dataran tinggi Toba, memunculkan harapan dari masyarakat dan pemikiran dalam kepengurusan Yayasan Del untuk memperluas cakupan program studi. Oleh karena itu pada tanggal 5 Juli 2013, PI Del diubah status dan bentuknya menjadi Institut Teknologi Del melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 266/E/O/2013. 

 

Saat ini IT Del terdiri dari empat fakultas, yaitu Fakultas Informatika dan Teknik Elektro, Fakultas Vokasi, Fakultas Teknologi Industri, dan Fakultas Bioteknologi, dengan serapan tinggi lulusan di dunia kerja dan masa tunggu rata-rata paling lama satu tahun setelah diwisuda. Selanjutnya, sebagai salah satu rencana strategis IT Del dalam meningkatkan partisipasi dalam pengembangan keilmuan di bidang bioteknologi, maka IT Del berencana membuka Program Studi Sarjana Bioteknologi dengan fokus utama bidang kajian pada bidang pertanian dan mikroba terkait pertanian, namun tetap memberikan pengetahuan terkait bidang-bidang lain dalam bioteknologi.

 

Pengembangan bioteknologi dipandang sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan penduduk dan mencapai kemandirian nasional, terutama di bidang pertanian dan kesehatan. Dalam bidang kesehatan, pasar bioteknologi global pada tahun 2023 mencapai USD 1,55 triliun dan diperkirakan tumbuh dengan laju per tahun sebesar 13,96% dari tahun 2024 hingga 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh dukungan kuat dari pemerintah melalui inisiatif modernisasi regulasi, peningkatan proses persetujuan, serta pengembangan obat-obatan yang dipersonalisasi. Bioteknologi di bidang pertanian mengalami perkembangan pesat, terutama dalam penerapan rekayasa genetika pada tanaman pangan. Indonesia telah mengijinkan sekitar sepuluh varietas tanaman hasil rekayasa genetika untuk dibudidayakan, termasuk tebu tahan kekeringan, kentang tahan penyakit, dan jagung yang tahan herbisida dan hama serangga. Selain itu juga telah mengimpor berbagai produk hasil rekayasa genetika seperti kedelai dan pakan ternak berbasis jagung. Penerimaan pemerintah terhadap bioteknologi pertanian melalui pendekatan kehati-hatian, dimana setiap produk hasil rekayasa genetika harus melalui evaluasi keamanan lingkungan, pangan, dan pakan. Pemerintah juga mendorong pengembangan varietas tanaman hasil rekayasa genetika lokal untuk meningkatkan produksi pangan, termasuk diantaranya adalah kedelai. Aplikasi bioteknologi di bidang pertanian, seperti propagasi mikro, kultur jaringan, dan pengembangan tanaman hasil rekayasa genetika, turut mendorong pertumbuhan pasar. Teknologi kultur jaringan untuk memproduksi varietas padi baru dan pisang bebas penyakit menunjukkan potensi yang besar. Kemajuan yang positif dalam penggunaan metode genome editing CRISPR mempercepat pengembangan teknologi rekayasa genetika pada tanaman.

 

Terkait pengembangan bibit unggul tumbuhan dan pemanfaatannya, pemerintah telah mengeluarkan beberapa undang-undang dan peraturan menteri yang mengatur hal tersebut, antara lain:

  1. Undang Undang No. 22 tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan, sebagai pengganti Undang Undang No. 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.
  2. Permentan No. 23 tahun 2021 tentang Perbenihan Hortikultura.
  3. Permentan No. 40 tahun 2023 tentang Peningkatan Produksi dan Produktivitas, Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Tanaman Perkebunan.

 

Tantangan global untuk melaksanakan tujuan pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) sudah ditanggapi secara progresif oleh Indonesia, dengan capaian 62,5% hingga tahun 2024, jauh melebihi capaian rata-rata global 17%.  Namun demikian capaian yang tinggi harus terus didorong sehingga berkelanjutan. Salah satu tujuan penting untuk dicapai dan dipertahankan adalah Tujuan ke-2 Zero Hunger atau Tanpa Kelaparan. Tujuan ini banyak didukung oleh ketersediaan pangan dengan jumlah yang mencukupi dan harga yang terjangkau, dan ketersediaan pangan didukung oleh pertanian yang mumpuni. IT Del berkeinginan untuk ikut serta mendukung bidang pertanian, antara lain melalui pengembangan bibit-bibit tanaman unggul tahan hama dan dapat menghasilkan panen tinggi, pengembangan pupuk probiotik yang dapat mendukung budidaya tumbuhan dan meningkatkan kualitas tanah, dan lain-lain. Namun tidak menutup kemungkinan lulusannya juga bergerak di bidang medis dan pangan karena telah mendapat pembekalan ilmu yang cukup. Dengan perkembangan bioteknologi yang sangat pesat, membuka wawasan baru mengenai perpaduan bioteknologi dan manajemen bisnis, serta kemampuan bioinformatika, yang juga akan diwadahi di Program Studi S1 Bioteknologi IT Del.

Program Studi S1 Bioteknologi IT Del sudah memiliki ketersediaan sarana dan prasarana laboratorium di kampus IT Del di Laguboti, Kabupaten Toba, yaitu laboratorium Kimia Dasar, Kimia Organik, Biokimia, Kimia Analitik, dan laboratorium Genomik. Selain itu juga tersedia laboratorium terkait riset herbal dan pertanian di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di kampus-2 IT Del di Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, yaitu laboratorium genetika dan biologi molekuler, laboratorium kultur jaringan tumbuhan, dan screen house.

 

Keberlanjutan Program Studi S1 Bioteknologi IT Del didasarkan masih tingginya kebutuhan lulusan sarjana Bioteknologi berkaitan dengan semakin berkembangnya riset-riset di bidang bioteknologi, khususnya bidang pertanian dan pangan, untuk memenuhi keamanan pangan nasional dan global. Riset-riset bidang bioteknologi tidak hanya dilaksanakan oleh lembaga-lembaga penelitian seperti BRIN, tetapi juga di perguruan tinggi dan industri-industri yang berbasis bioteknologi. Program Studi S1 Bioteknologi IT Del merupakan program studi sarjana bioteknologi yang pertama yang berada di provinsi Sumatera Utara, bahkan di Pulau Sumatera. Keberlanjutan program studi didasarkan pada hasil-hasil penelitiannya yang dapat diaplikasikan di masyarakat dan pada penyerapan lulusan oleh lembaga penelitian dan industri berbasis bioteknologi.

Prospek Karir

Lulusan prodi Bioteknologi dapat bekerja pada lembaga penelitian dan industri berbasis bioteknologi, diantaranya: 

  1. PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk
  2. PT Indofood Sukses Makmur Tbk
  3. PT Riset Perkebunan Nusantara
  4. PT Kobe Nutri Farma
  5. PT Spiralife Bioteknologi Indonesia
  6. PT Wilmar Benih Indonesia
  7. PT Cordlife Persada
  8. Enviro Meditech Pratama
  9. Genetics Indonesia
  10. Cimory Group
  11. Java Biocolloid
  12. Badan Riset dan Inovasi Nasional